WoW dotA Allstars

This is Description

Reborn Komik Indonesia ?

Bicara tentang jagat dunia komik indonesia memang tidak bisa seperti makan rujak pedes yang bikin mulut menganga terus dengan dua teguk air dingin pedesnya langsung hilang. Komik indonesia seperti rantaian panjang yang tidak habis untuk dibicarakan. Dia (komik) tidak hanya melibatkan sang pengarang (kreator), penulis cerita (kalau ada) atau pihak penerbit yang berperan sebagai corong akhir komik sampai ke pembaca.


Komik indonesia mempunyai ceritanya sendiri. Bajunya atau makeupnya mungkin memakai gaya Eropa, Amerika, Hongkong atau barangkali yang sedang (in) gaya jepang, tetapi nafasnya tetap tercium 'bau' indonesia.
Mungkin ucapan berikut ini sudah terasa familiar di telinga kita (bahkan mungkin lebih akrab di telinga para kreator komik itu sendiri)
“Jepang banget!”
“Gaya Amerika tidak masuk akal di sini. Mana ada orang Indonesia posturnya seperti itu?”
“Bikin cergam yang meng-Indonesia dong.”
“Blablabla...”
Perdebatan dengan sejumlah workshop dan seminar yang tidak ada ujungnya hanya untuk membahas isu-isu usang yang ingin mendeskripsikan apa itu komik indonesia.
Kalau mau berkaca pada sejarah sebenarnya tidak ada yang terlalu orisinil pada setiap budaya visual di dunia ini. Sejarah desain visual modern menempatkan Barat sebagai garda depan dan pionir di dunia ini. Pernah dengar lukisan realisme asli indonesia, atau gaya ekspresionisme ala Yogya misalnya? Yang ada lukisan Realis Raden Saleh atau Gaya Affandi dengan ekspresionismenya. Dunia tetap mengakui kedua nama tersebut sebagai maestro di bidangnya. Komik memang tidak terelakkan berasal dari dunia Barat, namun dia adalah tetap media yang akan 'larut' dalam budaya massa di dalamnya. Di era tanpa batas seperti sekarang hidung mancung bukan hanya milik orang barat,postur tubuh tinggi bukan lagi dominasi orang Eropa,buktinya sekarang banyak orang-orang jepang dan Cina berpostur tinggi. Lihat saja komik jepang era 90-sekarang dengan postur tegap dan tinggi besar, bandingkan dengan komik era Astro Boy yang lebih chubby dan imut. Jadi apa masalahnya?
Tidak ada. Ambil kertas dan pensil dan mulai berkarya sekarang dan biarkan waktu yang akan menilai karya-karya komik yang kita buat. Lupakan definisi komik indonesia! Berkarya atau mati.....itu saja!

 

My Blog List